Semenjak kehidupan bermotor tak bisa dipisahkan dalam aktivitas manusia modern, maka pengetahuan mengemudi harus diperluas."Pengemudinya harus sadar bahwa menyetir adalah pekerjaan utama dan tidak boleh dilakukan sembari melakukan hal lain," jelas Dodi Budiono, Instruktur Indonesia defensive driving center dalam smart driving yang digelar PT. Toyota Astra Motor (TAM) untuk kalangan jurnalis di Pulomas, Jaktim (28/5).
Menurutnya, untuk menjadi pengemudi yang defensive ada empat hal yang harus diketahui.
1. Kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Usahakan dalam rentang waktu 8-10 detik selalu menengok semua spion untuk mengetahui apa saja yang berada di sekitar mobil.
2. Kesadaran, bahwa apapun yang kita lakukan di jalanan ada resikonya dan apabila gaya mengemudi kita semakin agresif tentu akan memperbesar resikonya terjadinya kecelakaan.
3. Sikap dan Mental. Yakni sadar diri bahwa seandainya terjadi kecelakaan, kita belum tentu benar. Bersedia untuk mencari tahu di mana letak kesalahan dan mau bekerja sama dengan pengemudi lain. Terpenting mau introspeksi apa yang sudah kita perbuat.
4. Antisipasi. Yakni dengan cara menjaga segala kemungkinan yang dapat menimbulkan bahaya . Jaga jarak aman antar kendaraan tiga detik. Bila hujan atau jalanan licin, ditambah empat sampai lima detik.
Jangan lupa, pengetahuan mengemudi selain menjaga hidup, juga menunjukkan siapa anda.

0 comments:
Post a Comment